3 Candi di daerah Yogyakarta

3 Candi di daerah Yogyakarta

1. Candi Borobudur

Candi Borobudur adalah salah satu peninggalan sejarah agama buddha. Candi borobudur didirikan oleh penganut agama Buddha Mahayana yang diperkirakan berdiri tahun 800 masehi pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra. Tetapi berdasarkan prasasti Kayumwungan 26 Mei 824, bahwa Candi Borobudur didirikan oleh Raja Samaratungga pada abad ke-8 hingga ke-9. Proses pembangunannya sendiri menghabiskan waktu 75 tahun di bawah kepimpinan seorang arsitek yang bernama Gunadharma. Dalam pembangunannya Gunadharma sudah dapat menerapkan konsep interlock terhadap batu andesit yang mencapai 2.000.000 balok batu.

Candi Borobudur merupakan candi atau kuil Buddha terbesar di dunia. Selain itu Candi Borobudur merupakan salah satu monumen Buddha terbesar di dunia. Monumen Candi Borobudur terdiri atas 6 teras yang berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar. Terdapat 2672 panel relief dan 504 arca Buddha yang menghiasi Candi Borobudur. Dengan banyaknya jumlah relief yang dapat ditemukan, Candi Borobudur dinobatkan sebagai candi yang memiliki relief Buddha terbanyak dan terlengkap di dunia. Relief yang terpahat di dinding merupakan susunan dari 4 kisah utama, yaitu : Karmawibangga, Lalita Wistara, Jataka-Awadana, dan Gandawyuda. Tetapi pahatan relief tersebut tak hanya menceritakan ajaran-ajaran sang Buddha dan perjalanan hidupnya melainkan menceritakan kemajuan masyarakat jawa pada masa itu. Selain 4 kisah utama yang terpahat di Candi Borobudur terdapat pahatan 10 kapal laut yang salah satunya merupakan kapal yang digunakan untuk mengarungi Pulau Jawa hingga Benua Afrika atau disebut dengan nama The Cinnamon Route. Hal ini pula yang menjadi salah satu bukti bahwa nenek moyang Bangsa Indonesia adalah seorang pelaut.

Mahkota Candi Borobudur, yaitu berupa Stupa Utama terbesar yang ada tengah area candi ini. Stupa utama ini dikelilingi oleh 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca Buddha yang tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan sikap tangan memutar roda dharma. Candi ini mengusung salah satu konsep yang ada pada ajaran agama Buddha yaitu Mandala yang melambangkan kosmologi alam semesta. Karena konsep tersebut maka dalam pembangunannya di bagi menjadi tingkatan, yaitu dunia hasrat atau nafsu yang disebut dengan Kamadhatu, Dunia bentuk yang disebut Rupadhatu, dan dunia tanpa bentuk yang disebut Arupadhatu. Jika diperhatikan secara rinci candi ini tampak seperti menggambarkan seorang Buddha yang sedang duduk diatas kelopak bunga teratai.

Candi Borobudur tak hanya meninggalkan sejarah tetapi candi ini mempunyai keindahan tersendiri yang dapat dinikmati bagi semua pengunjungnya. Ketika berada di puncak candi para pengunjung akan dibuat terkejut dengan keindahan alam yang disuguhkan. Beberapa keindahan alamnya yaitu, pemandangan Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Merapi, Gunung Merbabu serta perbukitan Menoreh. Semua keindahannya bahkan dapat dinikmati dalam semua posisi mata karena semua Gunung dan perbukitannya seoalah-olah mengitari candi ini sehingga terlihat bahwa candi ini merupakan pusat dari keindahan tersebut. Semua keindahan yang dinikmati tak lengkap rasanya jika tak menikmati indahnya Borobudur sunrise dan sunset. Beberapa pengunjung yang datang akan menghabiskan waktunya sejak terbit dan tenggelamya matahari di Candi Borobudur hanya untuk menunggu indahnya sunrise dan sunset.

2. Candi Prambanan

Candi Prambanan terletak tepat di tepi jalan raya sekitar 17 km dari Yogyakarta menuju Solo, untuk itu Candi Prambanan merupakan obyek wisata andalan. Karena letaknya yang sangat strategis dan mudah di jangkau dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.Candi Prambanan merupakan kompleks karena di kawasan ini tidak hanya terdapat satu candi, namun tiga candi dengan bangunan utama Candi Prambanan yang di bangun pada abad 9 M dengan arsitektur yang indah dan memiliki ketinggian sekitar 47 meter.

Candi yang sejak tahun 1991 ditetapkan UNESCO sebagai cagar budaya dunia (World Wonder Heritage) ini menempati kompleks seluas 39,8 hektar. Menjulang setinggi 47 meter atau lima meter lebih tinggi dari Candi Borobudur, Candi Prambanan telihat perkasa dan kokoh. Hal ini sesuai dengan latar belakang pembangunan candi ini, yaitu ingin menunjukkan kejayaan peradaban Hindu di tanah Jawa.

Bagi pengunjung yang ingin menuntaskan keingintahuannya terhadap seluk-beluk Candi Prambanan, pengunjung dapat menyambangi sebuah museum yang juga berada di kompleks candi. Di museum ini, pengunjung dapat menikmati audio visual tentang sejarah ditemukannya Candi Prambanan hingga proses renovasinya secara lengkap. Bagi wisatawan yang berkunjung bersama keluarga, di Candi Prambanan juga terdapat taman bermain untuk anak-anak dan kereta mini yang dapat mengantarkan pengunjung mengelilingi kawasan wisata tersebut.

Pesona keindahan yang dimiliki Candi Prambanan yang merupakan peninggalan kebudayaan Hindu terbesar di Indonesia bukan hanya dari bentuk bangunan dan tata letaknya yang menakjubkan, namun juga kisah sejarah dan legenda yang sangat unik dan menarik. Candi ini dibangun pada sekitar tahun 850 Masehi oleh salah seorang dari kedua orang ini, yakni: Rakai Pikatan, raja kedua wangsa Mataram I atau Balitung Maha Sambu, semasa wangsa Sanjaya. Candi ini kemudian ditinggalkan ketika pusat kerajaan di Jawa dipindahkan ke Jawa Timur akibat letusan dahsyat Gunung Merapi sekitar tahun 950 M.

Kemudian pada tahun 1733, candi ini ditemukan oleh seorang Belanda bernama C. A. Lons dan mulai dibersihkan oleh Jan Willem IJzerman pada tahun 1855. Tak lama kemudian, Isaäc Groneman melakukan pembongkaran besar-besaran dan batu-batu candi tersebut ditumpuk secara sembarangan di sepanjang Sungai Opak. Selanjutnya renovasi dilakukan oleh Theodoor van Erp dan dilanjutkan jawatan Purbakala (Oudheidkundige Dienst) di bawah P.J. Perquin dengan cara yang lebih metodis dan sistematis. Pada tahun 1926 dilanjutkan De Haan hingga akhir hayatnya. Pada tahun 1931 digantikan oleh Ir. V.R. van Romondt hingga pada tahun 1942 dan kemudian diserahkan kepemimpinan renovasi itu kepada putra Indonesia hingga tahun 1993.

Di dalam halaman masih berdiri candi-candi lain, yaitu 2 buah candi pengapit dengan ketinggian 16 meter yang saling berhadapan, yang sebuah berdiri di sebelah Utara dan yang lain berdiri di sebelah selatan, 4 buah candi kelir dan 4 buah candi sudut. Halaman dalam yang dianggap masyarakat Hindhu sebagai halaman paling sakral ini, terletak di tengah halaman tengah yang mempunyai sisi 222 meter, dan pada mulanya berisi candi-candi perwara sebanyak 224 buah berderet-deret mengelilingi halaman dalam tiga baris. Di luar halaman tengah ini masih terdapat halaman luar yang berbentuk segi empat dengan sisi sepanjang 390 meter.

3. Candi Boko

Terletak tidak jauh dari Candi Prambanan. Kurang lebih 3 km kearah selatan, yakni dari arah kota Yogyakarta sebelum memasuki Candi Prambanan Belok kekanan kearah selatan.

Bangunan ini pertama kalai ditemukan oleh Arkeolog dari Negara Belanda yang bernama HJ De Graaf pada abad ke 17. Bentuk bangunan berupa Gapura Utama, Candi, Kolam dengan dengan luas 20 x 50 m kedalaman 2 m, Gua, Pagar, Candi Pembakaran dan paseban. Bangunan-bangunan tersebut tersebar menjadi beberapa bagian. Salah satunya adalah bagian dimana terdapat 3 pintu gerbang yang saling berdekatan, membujur dari utara ke selatan. Pintu gerbang yang di tengah adalah yang terbesar dan merupakan pintu gerbang utama yang diapit oleh dua pintu gerbang lainnya yang disebut gerbang pengapit. Kemudian bagian yang terdiri dari 5 pintu gerbang, terdiri dari 4 gerbang pengapit dan satu gerbang utama yang terletak di tengah gerbang pengapit.

Pemugaran Situs Candi Boko ini dimulai sejak tahun 1938 pada masa penjajahan Belanda dan dilanjutkan pemerintah Indonesia pada tahun 1952.

Ada hal yang menarik di Candi Boko tersebut yakni untuk menikmati Sunset, Ditempat ini ditawarkan Paket “Boko Sunset”. Tentu saja paket ini hanya ditawarkan jikalau cuaca bagus, biasanya pengikut paket ini rata-rata berjumlah 10 orang. Di mulai pukul 4 sore para pengunjung di sugguhi Makanan ringan serta kopi atau the sembari menikmati tnggelamnya matahi di ufuk barat. Setelah Matahri terbenam dilanjutkan dengan makan malam dengan menu-menu yang ditawarkan adalah makanan tradisional Indonesia, antara lain Bakmi goreng, bakmi godog, nasi goreng, dan soto. Untuk paket ini Wisatawan mancanegara dikenai tariff Rp. 75.000,00 sedangkan wisatawan nusantara sebesar Rp. 35. 000,00. Tapi selama ini yang paling banyak menikmati paket ini adalah para wisatawan mancanegara

Ada satu hal lagi yang di suguhkan dari pengelola Candi Boko tersebut yakni Paket “Boko Trekking”. Para pengunjung diajak berkumpul pada jam 3 pagi dan dijamu dengan kopi hangat dan dibekali tongkat, air mineral serta lampu senter untuk menuju ke gunung Tugel dengan jarak yang ditempuh kurang lebih 2,5 km.

Menjelang matahari terbit para wisatawan diajak ke satu tempat dimana dapat menikmati terbitnya matahari dengan jelas, sembari melihat dan matahari terbit para wisatawan disuguhi makanan tradisional yakni urap. Setiap peserta paket ini oleh pengelola akan divberikan souvenir cantik. Bagi wisatwan yang dating malam hari dan bermalam ditempat ini disediakan camping ground lengkap dengan tenda dan peralatannya. Tarif yang dikenakan untuk Camping Ground, trecking, makanan, snack, dan souvenir sebesar Rp. 150.000,00. Kebanyakan yang menikmati paket ini adalah para wisatawan Nusantara.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s