Penyebab Rokok Elektrik (Vaporizer) Meledak

Penyebab Rokok Elektrik (Vaporizer) Meledak

Akhir-akhir ini kita sering mendengar berita yang kurang baik, yaitu kasus meledaknya personal vaporizer atau biasa disebut dengan vapor / vape. Vaporizer merupakan benda elektronik yang ketika di hisap akan mengeluarkan uap. Sensasinya seperti sedang merokok pada umumnya. Yang namanya benda elektronik apabila pemakainnya tidak benar dan tidak sesuai dengan aturan penggunaanya akan menyebabkan benda tersebut menjadi rusak. Jangan kan vapor, handphone, power bank maupun benda elektronik yang lain bisa meledak kok. Intinya dalam pennggunaan benda elektronik itu diperlukan perawatan ekstra. Apabila baterai vaporizer bocor ya segera diganti jangan di paksakan untuk dipakai. Sekarang tinggal bagaimana cara merawatnya barang tersebut biar awet dan tidak cepat rusak.

Penyebab vaporizer meledak biasanya adalah kesalahan dari sang pengguna (vapers) tetapi tidak jarang juga penyebabnya bisa dari Vaporizer yang dibuat sendiri (DIY). Ledakan yang di timbulkan vaporizer sangat berbahaya dan dapat melukai seseorang. Maka dari itu vaporizer ini hanya diperuntukan buat orang yang sudah berusia 18+ tahun dan mempunyai tanggung jawab.


Berikut ini adalah penyebab vaporizer meledak:

1. Kurangnya Pengetahuan
Sebelum menggunakan vapor diwajibkan memahami dulu cara penggunaannya, mulai dari device, atomizer (RDA, RTA atau RDTA), baterai bahkan sampe ke liquid yang digunakan. Setiap device mempunyai ketahan (ohm) yang berbeda-beda serta baterai yang digunakan harus yang di rekomendasi untuk vaporizer, jangan asal pakai saja.

2. Jenis Mod Vaporizer
Vaporizer terdiri dari 2 jenis, yaitu Mechanical Mod dan Electric Mod.biasanya ledakan vaporizer lebih cenderung terjadi pada jenis Mechanical Mod. Dari segi harga memang Mechanical Mod lebih murah dibandingkan dengan Electric Mod. Mechanical mod ini masih kurang aman bagi pemula karena hanya terdiri dari baterai, atomizer serta coil. Jenis ini tidak memiliki indikator (LCD) jika vaporizer yang digunakan lowbatt mapun ketahanan terlalu extreme hingga device menjadi kepanasan. Karenanya dalam penggunaan untuk jenis mechanical dibutuhkan keterampilan khusus bagi para vaper.

3. Settingan Vaporizer Yang Terlalu Extreme
Sebagian vapers ingin mendapatkan uap yang dihasilkan vaporizernya lebih banyak lagi, Mereka menggunkan gulungan kawat (coil) yang sedikit agar menghasilkan power yang lebih dalam pembakaran dan menghasilkan uap yang lebih banyak. Hal ini rentan mengakibatkan ledakan bila mod atau baterainya tidak mendukung, apalagi dilakukan oleh pemula.

4. Terlalu lama Mencharge
Jangan mencharge atau mengisi ulang personal vaporizer anda terlalu lama, karena jika anda menchargenya terlalu lama bisa bisa vaporizer anda meledak atau setidaknya baterai vaporizer anda akan ngedrop atau akan menjadi cepat habis saat digunakan. Sebaiknya jika baterai anda sudah penuh anda seharusnya mencabut baterai dari chargenya dan biasanya semua jenis vaporizer mempunyai indicator lampu ataupun tanda jika baterai anda telah penuh saat di charge. Lebih baik lagi gunakanlah charge eksternal walaupun biasanya setiap device terdapat lubang chargenya. Hal ini lebih aman dan dapat membuat chip yang terdapat pada device (Mod electrical) tidak cepat rusak.

5. Baterai yang Tidak Direkomendasikan
Jenis baterai yang ada didunia ini banyak, sebai contoh jenis ICR dan IMR. ICR adalah Lithium Cobalt Oxide yang artinya jenis baterai ICR menggunakan oksidasi ion cobalt untuk menyimpan ion Listrk. Bahan Cobalt memerlukan rangkaian proteksi karna cobalt mempunyai batas toleransi stress yang lebih rendah dari IMR, jika batre jenis ICR ini dipaksa diberi beban Ohm yg sangat kecil makanya rangkaian proteksinya akan rusak dan ion cobalt yngg tersimpan di dalam baterai akan keluar atau bahkan meledak. Sedangkan IMR adalah Lithium Manganese Oxide artinya jenis baterai IMR menggunakan oksidasi ion Mangan untuk menyimpan ion listrik. Bahan mangan tidak memerlukan proteksi karna mangan mempunyai batas toleransi yang lebih tinggi dan setabil dibanding ICR. Jadi dalam penggunaan vaporizer tidak disarankan menggunakan batre jenis ICR, melainkan baterai jenis IMR lah yang disarankan digunakan karna memiliki kestabilan dan batas toleransi yang lebih tinggi. Jangan juga menggunakan baterai hasil copotan dari laptop karena tidak di rekomendasikan juga.

6. Vaping saat Di charge
Walaupun melakukan vaping sambil dicharge dapat dilakukan tetapi hal ini merupakan sebuah kesalahan. Jika hal tersebut dilakukan dalam waktu yang cukup lama, maka akan membuat baterai menjadi tidak stabil , panas dan menjadi bocor. Baterai yang bocor ini akan menjadi sangat berbahaya dan bisa meledak.

Karena kurang pengetahuan tentang vaporizer (rokok elektrik) atau mencoba setingan yang extreme inilah penyebab utama vaporizer meledak. Ibarat motor, kalau sembarang dalam pemaikaian part, dan kurang pengetahuan dalam mengendarai, bisa mencelakai pengendara. Begitu juga personal vaporizer. Butuh pengetahuan untuk menyettingnya sendiri. Gunakan Mod yang sudah terbukti aman, Gunakan settingan yang standard. Yang pasti, barang apapun yg kita gunakan sebaiknya kita pahami dan pelajari dulu penggunaannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s