Perbedaan Penggunaan Coil Rapat dan Renggang (Spacing)

Perbedaan Penggunaan Coil Rapat dan Renggang (Spacing)

Kali ini saya akan berbagi pendapat saya dalam menggunakan coil yang di buat rapat dan renggang pada vape. Dalam penggunaan vape, coil merupakan pemanas yang digunakan untuk menguapkan liquid. Dalam penggunaanya coil akan sangat mempengaruhui flavor dan cloud yang dihasilkan.

Dari waktu ke waktu penggunaan vape berkembang dengan sangat pesatnya. Sebagai manusia kita diberikan akal pikiran untuk berkembang. Ingin mencoba sesuatu hal yang baru, tidak itu-itu saja. Saat pertama kali saya memakai vape, saya hanya mengenal coil yang dibuat secara rapat, tetapi untuk sekarang saya juga mengetahui coil yang dibuat renggang. Berikut ini adalah Perbedaan Penggunaan Coil Rapat dan Renggang (Spacing)

Perbedaan Penggunaan Coil Rapat Dan Renggang
Tentang Volume
Coil yang dibuat renggang memiliki jarak optimal yang aka membuat liquid bisa tertampung banyak pada permukaan kapas. Cairan memiliki meniscus pada suatu objek padat bila meniscus antar kaat bertemu, kohesifitas cairan kan membuat volume liquid pada permukaan kapas menjadi lebih banyak dibandingkan volume yang terdapat pada celah coil yang rapat atau terlalu renggang. Hal ini dapat dibuktikan pada gambar di bawah ini.

Dari gambar di atas coil dibuat menjadi terlalu renggang, renggang (optimal) dan rapat. Nah yang ditandai tersebut merupakan coil yang dibuat renggang yang optimal. Anda dapat melihat bahwa liquid dapat tertampung banyak jika anda menggunakan coil yang dibuat renggang.

Tentang Flavour dan Cloud
Gambar di atas menjelaskan bahwa coil yang dibuat renggang akan menghasilkan flavor yang lebih nendang dibandingkan dengan coil yang rapat tetapi untuk cloud (Vapor) lebih sedikit. Hal ini karena coil yang di buat renggang, permukaan coil yang menyentuh kapas lebih sedikit.

Dari pengalaman yang sudah saya coba untuk coil renggang dengan ukuran 26 AWG dengan mode watt, flavour yang didapatkannya pun sama dengan yang dibuat rapat. Berbeda jika kita menggunakan kawat dengan ukuran yang lebih besar seperti 24 AWG dan mode yang digunakan Temperature Control (TC), Flavournya lebih nendang.

Tentang Kapas (WICK)
Seumpama antara pengguna coil rapat dan renggang sama-sama terkena dryhit, kapas mana yang dapat putus terlebih dahulu? Kalau menurut saya yang putus duluan adalah coil rapat. Karena panas yang dihasilkan coil hanya terpusat pada satu titik saja, berbeda dengan coil yang dibuat renggang, panasnya tersebar rata.

Berapa jarak space yang paling optimal apabila ingin pakai coil renggang jika dihitung dalam milimeter? Saya tidak tahu pastinya, saya gak pernah ngukur pakai penggaris dan saya kalau membuat coil renggang cuma pakai insting saja. Jadi silahkan berkreasi sendiri. Hehe

Bagaimana kalau menurut anda? Ingin pakai coil yang rapat atau renggang?
Untuk selera kembali ke anda. Lebih mantap yang rapat atau renggang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s