Kunjungi 5 Tujuan Wisata Ini Sebelum Lenyap Selamanya

Tahukah Anda bahwa mungkin kita adalah generasi terakhir yang bisa menyaksikan keindahan beberapa obyek wisata terkenal yang akan segera lenyap? Penyebabnya ada banyak. Mulai dari global warming yang memicu naiknya permukaan air laut secara cepat, penebangan hutan, polusi udara, dan lain-lain. Semuanya menjadi ancaman bagi banyak keajaiban alam yang jika tidak ada tindakan konkrit, dalam waktu beberapa puluh tahun pasti akan lenyap. Berikut 5 tujuan wisata terkenal yang akan segera lenyap.

1. Venice, Italia

Kota sungai yang telah sejak lama disebut-sebut sebagai salah satu kota paling romantis di dunia ini diperkirakan tidak akan mampu menyaksikan pergantian abad. Sama seperti Maladewa, Venice juga akan segera tenggelam karena naiknya permukaan air laut. Beberapa kali banjir besar dalam beberapa tahun terakhir ini juga menjadi andil kehancuran kota ini.
Dengan frekuensi banjir yang semakin meningkat setiap tahun ditambah semakin meningginya permukaan air laut membuat orang bertanya-tanya berapa lama lagi kota ini akan bertahan. Diduga tingkat kedatangan turis yang melonjak tinggi pada beberapa tahun terakhir ini karena mereka ingin menikmati naik gondola dan menyaksikan jembatan-jembatan indah kota air ini untuk yang terakhir kali.

2. Maladewa

Maladewa adalah negara kepulauan di samudera Hindia yang merupakan negara dengan ketinggian terendah di dunia. Rata-rata elevasi di sana hanyalah 1,5 meter di atas permukaan air laut. Negara ini terdiri dari gugusan pulau koral dan karang yang menyebar seluas 90.000 kilometer dimana wilayah lautan jauh lebih luas dari daratan.
Fakta ini ditambah lagi dengan iklim yang eksotis menjadikan Maladewa surga bagi para surfer dan diver. Sayangnya dengan semakin meningginya permukaan air laut, negara ini diperkirakan tidak sampai 100 tahun lagi akan lenyap. Bahkan pihak pemerintah di sana sekarang mulai berancang-ancang membeli pulau-pulau kosong milik negara tetangga untuk dijadikan sebagai tempat evakuasi.

3. Laut Mati

Danau dengan tingkat salinitas tertinggi di dunia ini dikenal sebagai tempat favorit ratu Cleopatra merawat tubuhnya. Selain airnya berguna untuk kecantikan, tingkat mineral yang sangat tinggi dari lumpur hitam danau ini juga berkhasiat bagi kesehatan. Karena itulah Laut Mati menjadi salah satu obyek wisata paling terkenal di Timur Tengah. Tetapi sayangnya hal ini tidak akan bertahan lama karena diperkirakan tidak sampai 50 tahun lagi danau ini akan mengering.
Dalam 40 tahun terakhir, danau yang menjadi batas Yordania dan Israel ini telah menyusut sebanyak 30%. Penyebabnya utamanya adalah negara-negara di sekitar danau ini yang berlomba-lomba menyedot aliran sungai Jordan sebagai sumber air utama dari danau ini. Dengan tingkat penurunan permukaan air saat ini, Laut Mati tidak akan lama lagi akan benar-benar mati.

4. Madagaskar

Lebih dari 80% hewan dan tumbuhan di Madagaskar tidak akan dapat ditemukan di tempat lain di bumi ini. Selain itu karena terlalu banyak ragamnya, hingga kini masih banyak spesies flora dan fauna di tempat ini yang belum ditemukan. Hal inilah yang menyebabkan tempat ini menjadi salah satu obyek wisata ilmiah paling populer di dunia, surga bagi para peneliti dan ilmuwan.
Kini ekosistem hutan di Madagaskar hanya tersisa 15% karena perburuan dan penebangan liar, serta pembakaran hutan. Dengan tingkat kehancuran yang demikian tinggi, diperkirakan hutan Madagaskar tidak akan bertahan lebih dari 35 tahun ke depan. Beberapa spesies flora dan fauna bahkan diyakini telah punah sebelum ditemukan.

5. Great Barrier Reef

Gugusan terumbu karang terbesar di dunia ini terancam punah karena polusi dan coral bleaching. Padahal terumbu karang yang hidup di area seluas 347.800 km persegi ini adalah satu-satunya makhluk hidup yang bisa dilihat dari angkasa luar karena besarnya. Di area yang lebih luas dari gabungan negara Belanda, Swiss dan Inggris ini terdapat 350 lebih spesies terumbu karang.
Sayangnya seperti banyak dikeluhkan oleh organisasi pecinta alam dunia, pemerintah Australia tidak begitu serius untuk menyelamatkannya meskipun kerusakan terumbu karang ini bersifat masif. Diperkirakan pada tahun 2030 sebanyak 60% terumbu karang di daerah ini akan mati sehingga tidak sampai 100 tahun lagi tidak akan ada lagi yang namanya Great Barrier Reef.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s