Karakter atau Ciri Penting Para Treveler

Ada yang hobi traveling?

Hobi yang tampak “mahal” ini tampaknya menjadi salah-satu favorit. Sebagian besar orang menyukainya. Apalagi banyak tayangan-tayangan yang mempromosikan traveling.

Para travelers-nya mengambil video atau berselfie ria di berbagai tempat, mengunjungi aneka spot menarik, tidur di sana-sini, mengenal budaya ini-itu, dsb. Teknologi kamera, medsos, dan aneka aplikasi yang sudah canggih pun semakin mendukung hobi ini. Siapa pun kerap dibikin mupeng ketika melihat dokumentasi para penjelajah tersebut.

Kenapa bisa sampai suka dengan traveling?

Pertanyaan ini bisa membuat jawabannya mengakar. Mungkin ada yang suka tempat atau suasana baru, suka icip-icip makanan khas, suka kenalan, merasa memiliki keberanian untuk hengkang dari zona nyaman, puas membagikan hasil selfie-nya, biar dianggap kece atau kekinian, dsb. Masih banyak seabreg jawaban lain.

Ceritanya Nick Darlington, seorang traveler-entrepreneur-frrelance writer, menuliskan artikel terkait sifat atau kepribadian umum dari orang yang suka jalan-jalan. Menurutnya, hal itu mengingatkan dia akan dirinya sendiri. Lalu apa saja? Jom!

1. Orangnya itu Memiliki Jiwa sebagai Petualang

Hobi traveling mendorong mereka untuk bepergian ke berbagai tempat. Mereka bertemu orang-orang, pemandangan, makanan, kebudayaan, dll, yang serba asing. Hal itu kadang mendatangkan culture shock tersendiri, tetapi mereka justru menikmatinya. Semakin kenyang pengalaman, semakin lapar untuk menjelajahi perjalanan.

2. Memiliki Empati yang Cukup Tinggi

Poin ini datang lantaran mereka bertemu dengan keanekaragaman. Para travelers sering menjadi saksi “kehidupan asli” di jalanan. Mereka melihat kemiskinan dan penderitaan secara langsung. Bukan sekadar tawa riang yang ditayangkan di layar kaca belaka.

Mereka juga memiliki kesempatan besar untuk sharing dengan orang-orang. Bahkan ada yang sampai ikut kerja serabutan demi mendapat uang saku tambahan, atau membiayai perjalanan. Belum lagi yang (semoga kita terlindungi) memiliki pengalaman buruk langsung. Entah itu ditipu, dicopet, nyasar, dsb. Semua pengalaman itu secara tidak langsung mendidik emosi, simpati, dan empati tersendiri.

3. Mereka itu Pelajar Sejati

Salah-satu misi untuk jalan-jalan tak lain yaitu karena penasaran. Mereka pun rela mencoba segala hal, bertanya-tanya, searching info, dsb. Sehingga banyak asupan ilmu yang terserap. Wawasan juga menjadi luas. Tetapi seperti petikan lirik lagu Sensorium-nya Epica, the more we learn is the less we get.

4. Mereka Memaklumi suatu Perubahan

Susah juga kalau kita tak bisa ramah pada perubahan. Tetapi para traveler tahu, perubahan justeru menjadi sesuatu yang konstan dan tak terhindarkan. Wajar adanya. Tempat A akan berbeda dengan tempat B. Orang C akan kontras dengan orang D. Demikian juga dengan ceritanya yang dibawanya. Pasti tak sama.

 

5. Memiliki Kesadaran Diri yang Tinggi

Pengalaman semakin membuat mereka sadar akan karakter atau kepribadian diri sendiri. Sebagai sosok yang cinta traveling, mereka sudah “terjun langsung”. Mereka mengalami sendiri bagaimana memperlakukan orang-orang yang beragam, menghormati adat atau tradisi tempat baru, serta mendengar masukan yang lain terkait diri mereka sendiri.

6. Mereka Memiliki Rasa Percaya Diri yang Cukup Tinggi

Sepertinya sudah naluri para traveler untuk mengoyak yang namanya comfort zone atau zona nyaman. Mereka memberanikan diri untuk mengarungi medan jalan yang tak terduga, berinteraksi dengan orang asing, tidur di tempat lain yang tak senyaman kamar sendiri, makan makanan yang mungkin tak sesuai selera, dsb. Tetapi semuanya bisa merekaatasi. Dan semua pengalaman itulah yang kemudian meningkatkan rasa percaya diri.

7. Mereka Lebih Tahu Diri

Kegalauan akan jati-diri akan selalu dirasakan. Tetapi traveling membantu membongkar siapa mereka sebenarnya. Mereka jadi tahu kelemahan dan kekuatan, jadi tahu kesukaan dan ketidaksukaan, jadi tahu kebiasaan buruk dan baiknya sendiri, dsb.

8. Mereka Menjadi Pengamat yang Jeli

Mengobservasi atau mengamati jadi sesuatu yang terelakkan. Para petualang terus bergerak dengan pengalaman-pengalaman baru yang memberikan banyak pelajaran. Mereka mengamati aneka hal secara langsung sampai benar-benar jeli. Mereka paham betul di mana biasanya penginapan yang sesuai budget traveler backpacker, cermat akan tempat makan yang murah nan lezat, tahu menerjemahkan tanda-tanda yang diberikan alam, dsb. Kita beruntung bisa menjadi teman atau pasangannya, sebab mereka memiliki pengalaman atau topik cerita yang berwarna. Untuk itu, wahai traveler… sebaiknya sharing hasil dokumentasi, ilmu, pengamatan, dan pengalamanmu, ya.

9. Mereka Cenderung Pandai Bersyukur

Bisa memiliki kesempatan untuk traveling saja seharusnya membuat mereka bersyukur. Bukan karena terhindar dari sebutan “kurang piknik”, tetapi karena mereka memang berterima kasih sudah bisa menikmati hobi sendiri. Mereka bisa mengalokasikan dana, waktu, dan keberanian untuk melakukannya. Banyak menggerutu tak bisa traveling karena kesibukan, keterbatasan dana, mental yang menciut, dsb. Rasa syukur itu akan semakin bertambah ketika bisa mengeksplor keadaan jalan secara langsung, dan mengambil hikmah dari pihak-pihak yang lebih kurang beruntung.

10. Mereka Mengapresiasi Berbagai Hal

Kalau sudah bisa belajar untuk bersyukur, secara otomatis mereka juga akan belajar untuk mengapresiasi berbagai hal. Mereka jadi melihat sisi indah dan positif dari hal sekecil dan sesederhana apa pun. Dari pemandangan matahari terbit, dari sepiring makanan yang tersaji, dari tas yang siap menampung barang bawaan, dari tisu yang setia mengelap keringat, dari aroma alam atau jalanan, dsb, sampai dari sambutan keluarga atau teman ketika mereka pulang.

11. Mereka Mandiri

Jauh dari rumah membuat sebagian orang khawatir. Apalagi kalau uang atau dana yang dimiliki berjumlah terbatas. Tetapi para traveler ini sudah tahu risikonya, dan sudah memikirkan jalan keluarnya. Mereka tak segan-segan untuk kerja serabutan demi menopang kebutuhan atau ongkos pulang. Sebab ketika traveling, sudah ada kesadaran tersendiri bahwa mereka tengah mengelana di dunia yang sangat besar, dan di tengah orang-orang tak dikenal. Banyak tantangan tak terduga yang harus dihadapi. Dan semua itu lambat laun terus mengasah diri untuk semakin tangguh, strong, dan mandiri.

12. Pandai Beradaptasi

Dengan sendirinya, traveling membuat mereka lebih pintar beradaptasi atau menyesuaikan diri. Tiap saat mereka akan dihadapkan pada wajah-wajah yang tidak familiar, rasa makanan yang mungkin aneh di lidah, bahasa yang entahlah apa artinya, cara hidup, budaya, lingkungan, dsb. Semakin pergi ke sana-sini, semakin banyak keanekaragaman yang dialami. Semakin istikomah traveling, semakin istikomah untuk belajar beradaptasi. Mereka pun akan semakin pandai membaurkan diri.

Hobi yang sangat keren. Apalagi kalau bisa menekan budget sampai setipis mungkin, demi meraup ilmu setebal mungkin. Terus, ke-kece-an itu akan berlipat ketika bisa membagikan manfaat atau feedback-nya. Tetapi bukan berupa dokumentasi atau poto selfie saja, ya.

 

Sumber : https://goo.gl/MVYnXF

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s