Bukan Hanya Ahok. Inilah Tokoh Yang Masih Di Cintai Walau Pernah di Penjarta

Putusan hakim pada sidang penistaan agama oleh Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disebut Ahok, hari selasa 9 Mei 2017 lalu membuat heboh netizen. Pasalnya Gubernur berdarah Tionghoa ini dinyatakan bersalah dan divonis 2 tahun penjara. Seusai sidang, Ahok langsung digelandang menuju rutan Cipinang, yang mana membuat masa pendukung Ahok merasa ‘kecolongan’. Pendukung Ahok kecewa dengan putusan tersebut akhirnya menggelar demo #bebaskanAhok di depan rutan yang akhirnya malah mengganggu kenyamanan para penghuni lapas saking ramainya, sehingga akhirnya Ahok dipindahkan lagi ke Mako Brimob.

Ahok, yang berdarah Tionghoa, dicinta sekaligus dibenci. Segala upaya dikerahkan untuk membuat Ahok lengser dari posisinya. Namun, meskipun pada akhirnya Ahok dipenjara, sosok satu ini tetap dipuja masyarakat. Seolah penjara bukanlah menjadi akhir dari segalanya.

Selain Ahok, ada pula tokoh terkenal pada masa revolusi kemerdekaan yang sempat dipenjara namun tetap dipuja. Karena bagi mereka, penjara hanya membatasi fisik, tapi tidak ide dan pikiran-pikirannya. Inilah lima orang legendaris yang tetap dipuja meskipun dipenjara.

1. Soekarno

Bapak Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno, pernah beberapa kali merasakan dipenjara dan juga dibuang dalam pengasingan. Hal ini karena Belanda merasa takut dengan kemampuan Soekarno dalam memimpin rakyat menuju kemerdekaan. Bahkan pada saat Bung Karno dipenjara di Sukamiskin, beliau membuat pledoi (nota pembelaan) berjudul ‘Indonesia Menggugat’ yang mana berisi banyak sekali pemikiran-pemikiran hebatnya untuk kemerdekaan Indonesia. Bung Karno bahkan sempat diasingkan hingga ke Flores agar dia dilupakan.

2. Moh. Hatta

Wakil presiden pertama Indonesia ialah Moh. Hatta. Sosok yang tidak banyak bicara namun sangat banyak membaca ini memang memiliki banyak sekali pemikiran-pemikiran luar biasa sehingga ditakuti oleh Belanda. Karena itulah Bung Hatta akhirnya dibuang ke kamp konsentrasi Indonesia yang seramnya bagai neraka: Boven Digoel.

Penjara yang letaknya di pelosok Papua selatan ini sangat terpencil, penuh dengan ancaman malaria dan buaya yang hidup subur di sungai, sehingga para tahanan bakal mikir berkali-kali kalau mau kabur. Tapi Bung Hatta menjalaninya dengan tenang ditemani puluhan peti berisi buku. Beliau memang pernah berkata, selama ada buku-bukunya, maka ia bebas. Meskipun di penjara, tapi Hatta masih tetap aktif menulis untuk surat kabar harian.

Wakil presiden pertama Indonesia ialah Moh. Hatta. Sosok yang tidak banyak bicara namun sangat banyak membaca ini memang memiliki banyak sekali pemikiran-pemikiran luar biasa sehingga ditakuti oleh Belanda. Karena itulah Bung Hatta akhirnya dibuang ke kamp konsentrasi Indonesia yang seramnya bagai neraka: Boven Digoel.

Penjara yang letaknya di pelosok Papua selatan ini sangat terpencil, penuh dengan ancaman malaria dan buaya yang hidup subur di sungai, sehingga para tahanan bakal mikir berkali-kali kalau mau kabur. Tapi Bung Hatta menjalaninya dengan tenang ditemani puluhan peti berisi buku. Beliau memang pernah berkata, selama ada buku-bukunya, maka ia bebas. Meskipun di penjara, tapi Hatta masih tetap aktif menulis untuk surat kabar harian.


Agen Judi Poker Online Aman dan Terpercaya

3. Tan Malaka

Memiliki pemikiran yang cemerlang, membuat Belanda merasa terancam akan kehadiran pria satu ini. Sejak sebelum Indonesia merdeka, Tan Malaka sudah beberapa kali dibuang oleh Belanda. Namun akhirnya beliau kembali dan bersama para tokoh lainnya, ikut berjuang memerdekakan Indonesia. Sayangnya, setahun setelah Indonesia merdeka, beliau dipenjara karena memiliki pemikiran yang tidak sesuai dengan Bung Karno. Beliau dipenjara dari tahun 1946 dan bebas pada 1948. Dalam penjara itulah beliau menerbitkan sebuah buku berjudul MADILOG. Beliau juga aktif dalam kegiatan PKI hingga mendirikan partai yang dibubarkan oleh Presiden Soekarno. Sayangnya, perjuangan Tan Malaka usai karena ia ditembak di Kediri pada tahun 1949.

4. Buya Hamka

Ulama besar dari Minangkabau yang menerbitkan buku fenomenal ‘Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk’ ini dipenjara di tahun 1964 hingga 1966 karena memiliki pemikiran yang tidak sepaham dengan Presiden Soekarno mengenai demokrasi terpimpin. Uniknya, meskipun dipenjarakan oleh Bung Karno, namun presiden pertama Indonesia itu berwasiat agar Hamka lah yang menjadi imam saat dirinya meninggal dan disholati.

5. Pramoedya Ananta Toer

Dipenjara dalam tiga masa (penjajahan Jepang, Orde lama dan Orde Baru) tidak menghentikan semangat Pramoedya dalam berkarya. Puluhan buku sudah dihasilkan, bahkan diterbitkan dalam berbagai bahasa, Sayangnya tulisan-tulisan Pram yang kritis dianggap berbahaya sehingga beliau bolak balik dimasukkan dalam penjara. Bahkan, ia pernah dibuang ke Pulau Buru, dimana akhirnya beliau menamatkan novel ‘Tetralogi Buru’ yang fenomenal.

Jika dibandingkan dengan para pendahulunya, masa tahanan Ahok bisa dibilang sangat singkat. Jadi, untuk para pendukung Ahok, jangan pernah berkecil hati ya. Karena yang dipenjara hanya orangnya, tapi bukan pemikirannya. Kita nantikan saja karya tulis yang akan diterbitkan Ahok setelah ia bebas nanti.


Agen Judi Poker Online Aman dan Terpercaya

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s