Penelitian Terbaru Mengenai Planet Mars Yang Tidak Layak Huni

Perkembangan teknologi telah membawa umat manusia kepada kecanggihan yang paling tinggi, salah satunya adalah berkembangnya ilmu-ilmu astronomi. Manusia mulai meneliti kehidupan yang ada di luar angksa, ditemukannya planet baru memunculkan ide untuk membuat kehidupan baru di planet tersebut. Tak terkecuali ilmuwan ternama Steven Hawking yang menyarankan manusia untuk segera berpindah ke planet lain.

Menurut Hawking, dalam 100 tahun ke depan, bumi tidak lagi bisa dihuni oleh umat manusia. Pemanasan global dan kerusakan atmosfer bumi menjadi salah satu pemicu dari kehancuran dunia. Menurut para ilmuwan, ada suatu tempat yang memungkinkan dapat dijadikan tempat tinggal sementara bagi umat manusia, yakni Planet Mars.

Hawking menjelaskan, sebelum menduduki Mars, umat manusia bisa singgah terlebih dahulu di bulan sebagai tempat tinggal sementara sebelum mencapai Mars. Namun ternyata banyak faktor yang harus manusia persiapkan sebelum benar-benar memutuskan untuk tinggal di Mars, salah satunya adalah situasi dan kondisi yang ada di planet tersebut yang tidak memungkinkan manusia untuk tinggal di planet tersebut.

Selain atmosfer yang dimiliki planet Mars yang tidak mampu menahan radiasi matahari, baru-baru ini para peneliti dari Universitas Edenburg menjelaskan bahwa tanah yang berada di Planet Mars memiliki senyawa kimia perklorat serta campuran klorin yang dapat membahayakan bahan organik seperti sel jika dipanaskan.

Dilansir dari laman Tempo, penelitian yang dilakukan oleh Universitas Edenburg menunjukkan adanya radiasi UV, suhu rendah, serta tanpa oksigen ditambah dengan adanya senyawa perklorat semakin tidak memungkinkan manusia untuk hidup di planet tersebut. Para peneliti telah menguji bagaimana bakteri Bacillus Subtilis yang biasanya mengkontaminasi pesawat luar angkasa sebagai dummy tes apakah bisa bertahan bila radiasi UV digabungkan dengan peklorat. Hasil menunjukan bahwa bakteri tersebut meninggal setelah terkena radiasi UV, dan setelah terkena perklorat bakteri itu mati hanya dalam hitungan 30 detik saja. Akibat dari adanya radiasi UV dan peklorat, menyebabkan tingkat kematian yang lebih tinggi terhadap bakteri tersebut.

Pada akhirnya para peneliti menarik simpulan bahwa daratan Mars masih sangat berbahaya untuk di tinggali oleh manusia, hal ini diakibatkan adanya gabungan oksidan yang beracun; oksidan besi, radiasi UV, dan perklorat. Namun, menurut Jennifer Wadsworth, seorang penulis studi Astrobilogi sekaligus mahasiswa PhD Astrobilogi menuturkan bahwa kehidupan di Mars masih dapat ditemukan jika peneliti menggali lebih dalam lagi. Meski daratan Mars sudah dipastikan tidak dapat dihuni, tetapi masih ada potensi untuk meneliti di daratan yang lebih bawah lagi, hal tersebut memungkinkan level radiasinya relatif rendah.

Sejauh ini penelitan terhadap Planet Mars masih dilakukan. Jadi, kita tunggu saja ya kira-kira akan ada temuan apalagi ya terkait Planet Merah ini. Apakah suatu saat nanti kehidupan di Bumi akan pindah di Mars? Tapi terlepas dari itu, ada baiknya kita menjaga dan merawat bumi tercinta ini agar tidak binasa beberapa tahun ke depan.


Agen Judi Poker Online Aman dan Terpercaya

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s