Strategi Penekanan Hutang Negara, Sri Mulyani Kumpulkan Pajak Lebih Banyak

Peningkatan penerimaan pajak jadi salah satu solusi jika ingin menahan peningkatan utang yang semakin besar, sementara itu belanja negara tetap menjadi jalan usaha mendorong pertumbuhan ekonomi.

Hal itu dijelaskan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (11/7/2017). Upaya tersebut, di jelaskan Sri Mulyani sudah dimulai dengan melakukan reformasi pajak.

Hutang terjadi karena postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang defisit. Batas defisit dalam APBN diatur menurut Undang-undang (UU) agar tidak melewati batas 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Kalau ingin belajsa lebih banyak maka pemerintah harus mampu mengumpulkan pajak lebih banyak bukan lebarkan defisit” ungkapnya.

Akan tetapi dalam keadaan sekarang, penerimaan pajak belum bisa diangkat lebih tinggi lagi. Meskipun sudah tersedianya progam pengampunan pajak atau tax amnesty sejak pertengahan tahun lalu.

Bahkan perkembangan pajak yang tadinya diharapkan bisa mencapai 16% pada tahun ini tidak dapat direalisasikan. Melihat hasil hingga Mei 2017, Sri Mulyani mengakui pertumbuhan pajak hanya akan mencapai 12%.

“Kami akan terus perbaiki dengan tax reform ini paling esensial supaya negara bisa bellanja kebutuhan yang mendesak dan penting namun tidak membahayakan fiskal kita” tambahnya.

Penghematan belanja juga tetap dilakukan, akan tetapi hanya pada belanja barang seperti perjalanan dinas, rapat, seminar atau sejenisnya. Sedangkan infrastruktur diupayakan bisa teralisasi dengan utuh sampai akhir tahun untuk pertumbuhan ekonomi.


Agen Judi Poker Online Aman dan Terpercaya

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s