Jokowi Berani Ambil Resiko Terbitkan Perppu Ormas

Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Demokrat Benny K Harman bertanya pada Kapolri Jenderal Tito Karnavian soal alasan pemerintah menerbitkan Perppu Nomor 2/2017 terkait Ormas. Benny menanyakan alasan polisi saat ini tidak berani menindak tegas ormas anti-Pancasila.

” UU udah ada, kok bikin lagi perppu? Saya tidak tahu siapa yang berikan masukan ke Presiden. Poin saya adalah, Pak Kapolri, kenapa Bapak tidak berani menindak ini? Malah ada yang sudah ke mana-mana, yang ingin mengganti Pancasila, namun tidak dihukum juga, ” tutur Benny di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (17/7/2017).

Menjawab perihal tersebut, Tito menerangkan pihaknya tidak bisa menindak ormas apabila cuma menggunakan UU Nomor 27/1999 tentang kejahatan terhadap keamanan negara. Sebab, dalam Pasal 107b UU Nomor 27/1999, polisi bisa menindak ormas anti-Pancasila jikalau terbukti ada kerusuhan yang diakibatkan ormas.

” Mereka mesti mengakibatkan kerusuhan yang melibatkan korban, jiwa, atau benda, baru dapat diproses dengan Pasal 107b. Persoalannya, mereka cukup smart, tidak mengakibatkan kerusuhan. Di Surabaya dicoba, saat itu ribut dengan kelompok Banser, demikian juga pembubaran di Kalosi, Makassar, ” papar Tito.

Tito menjawab pertanyaan Benny kenapa pemerintah baru saat ini mengambil langkah untuk berani membubarkan ormas anti-Pancasila. Salah satunya lantaran kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang berani ambil resiko.

” Pertanyaannya, Pak Jokowi berani memutuskan perppu ini karena memahami bahwa yang kontra serta pro, yang eksploitasi unsur agama pastinya akan ada. Tetapi berani ambil resiko. Saya fikir berani ambil resiko jauh lebih menunjukkan strong leadership, ” tambah Tito.

Masalah HTI, pihaknya belum juga bisa ambil langkah tegas karena HTI belum mengakibatkan kerusuhan seperti yang tertuang dalam Pasal 107b UU Nomor 27/1999. Namun HTI telah dinilai bertentangan dengan Pancasila, terlebih masalah video yang beredar pada 2013.

” Bila atasnya kuat, seperti dilakukan Pak Jokowi, ya kami kencang juga. Oleh sebab itu, sudah ada perppu ini, Polri juga akan menegakkan, apapun juga resikonya, ” ucapnya.

Tito juga membandingkan alasan kenapa pada 2013 tidak ada pihak yang menindak tegas HTI serta ormas radikal yang lain karna faktor ketegasan sang pemimpin. Oleh sebab itu, dari Perppu Nomor 2/2017 yang telah diterbitkan, Tito mempertegas polisi siap ambil sikap tegas jikalau ada ormas yang anti-Pancasila.

” Tahun 2013, dengan segala hormat, saya menangkap, pribadi saya barangkali saya salah, ada keragu-raguan untuk melakukan penekanan balik sehingga mereka besar seperti saat ini. Jangan sampai kita terlambat untuk ambil resiko. Mereka semakin besar serta NKRI juga akan terancam disaat kita tidak berani ambil keputusan, ” tutupnya.


Agen Judi Poker Online Aman dan Terpercaya

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s